Cerita Sex Nyata 18+ Indonesia Kenikmatan Seks Yang Tidak Didapatkan Dari Suamiku

Cerita Sex Nyata 18+ Indonesia
Perkenalkan namaku Herni, saya wanita usia 28 tahun dan tinggiku 169 cm dengan berat badanku 56 kg memiliki ukuran tetek ku 36B disupport dengan wajah cantikku yang putih. Saya dulu kerap kali jadi SPG (Sales Promotion Girl) pada acara pameran kendaraan karena kecantikanku.
Saya memiliki suami namanya Wanto berusia 30 tahun dan kami sendiri setuju untuk memiliki anak setelah menikah. Masalah seks, kami baik-baik saja, Suamiku dapat dibilang Hypersex dalam sehari meminta jatah 3 kali.
Cerita ini bermula dari kesuksesan Wanto memperoleh kepercayaan dari atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini sering membuat ia bekerja overtime, mulanya saya dapat menahannya tapi kelamaan keperluanku ingin dipenuhi juga. Itulah yang bikin kami sering berantem sebab kadang Wanto harus pergi pagi sekali bahkan kadang lewat tengah malam baru pulang.
Mulailah cerita ini dikala Wanto memperoleh tanggung jawab untuk menangani proyek besar dan ia dibantu oleh rekan kerjanya Andi dari luar kota. Saat dikenalkan, Andi tampak terkesima denganku dan sering menatapku saat Wanto tidak ada, hal itu membuatku merasa risih.
Andi sendiri gagah dan kekar dan saya yakin banyak wanita yang menyukai. Sebab tuntutan dan agar lebih efisensi, kantor Wanto memutuskan Andi untuk tinggal di rumah kami untuk sementara. Mereka berdua pun sering bekerja sampai larut malam di rumah.
Tempat tidur Andi tepat di seberang kamar kami. Sering kali Andi mencuri pandang diantara sela-sela pakaian tidurku saat saya berpamitan tidur. Saya sendiri memang senang tidur bertelanjang supaya kalau Wanto datang dapat segera bercumbu.
Pernah suatu pagi hari, saya dan Wanto bercumbu di dapur dengan posisiku sedang duduk di meja dan Wanto dari depan, tiba-tiba Andi muncul dan memperhatikan kami. Ia menyuruh diam supaya saya tak menghentikan aktivitas kami, sebab kami sedang dalam puncaknya dan saya juga tak tega menghentikan Wanto .
Walhasil ku biarkan saja Andi memperhatikan kami bercumbu tanpa Wanto sadari sampai kami berdua orgasme. Saya tahu Andi pasti memperhatikan tubuh telanjangku dikala Wanto melepaskan kontolnya dari memekku dan terjongkok di bawah meja.
Sesudah kejadian itu, Andi lebih sering melihat lekuk tubuhku. Hingga saat Wanto sibuk sekali sehingga hampir seminggu tak menyentuhku. Di hari Jum’at, tempat Wanto bekerja sedang mengadakan pesta bersama di rumah atasan Wanto .
Rumahnya terdiri dari dua lantai yang betul-betul mewah, lantai 2 terdapat galeri berisi barang-barang antik. Kami datang bertiga, saya menggunakan gaun warna merah yang terbuka di belakang cuma dihubungkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tak mungkin bisa pakai BH.
Bagian bawah gaunku terdapat sobekan panjang sampai sejengkal di atas lutut yang membuatku merasa betul-betul seksi, Andi bahkan sempat terpana dengan penampilanku. Sebelum berangkat saya dan Wanto sempat bercumbu di kamar dan ternyata Andi mengintip tanpa kami ketahui melalui pintu yang tak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untuk melihat aksi kami dari pantulan cermin. Sayangnya karena letih atau terburu-buru, Wanto orgasme dulu dan saya dibiarkan menahannya dan Andi mengetahuinya.
Malam itu dikala acara betul-betul ramai, Wanto tiba-tiba dipanggil oleh atasannya untuk dikenalkan dengan customer. Wanto berkata padaku untuk menunggunya sejenak dan saya pun memutuskan untuk menunggu di lantai 2 sambil memperhatikan barang-barang antik. Di lantai 2 terbukti kondisi cukup sepi cuma ada 3 orang di ruangan yang besar itu.
Saya sendiri sangat tertarik dengan sebuah cermin besar yang terdapat dipojokan ruangan. Saya sangat mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin dan tanpa ku sadari Andi berada di sampingku.
“Udah, nanti kacanya pecah lho.. gak tahan dengan kecantikanmu..!”, canda v
“Ah bisa aja kau Andi ”, balasku.
Kami berdua berbincang-bincang di depan cermin cukup lama. Andi tiba-tiba memintaku membantu memegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasku dan gelasnya.
“Saya dapat membuatmu tampak lebih seksi”, katanya yang langsung memegang rambutku dengan lembut.
Tidak bisa mengelak, ia sudah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang mulus dan saya sangat terpikat dengan kondisi diriku yang seperti itu yang tampak membuatku lebih seksi.
Saat saya sedang terpikat, tiba-tiba Andi menyentuh leherku dan membuatku geli. Selanjutnya Andi menempelkan bibirnya di leher belakangku yang langsung membuatku lemas karena daerah itu paling sensitif. Masih dalam keadaan memegang gelas, Andi sudah menyudutkanku di dinding dan mencium leherku dari depan.
“Andi apa yang kau lakukan..segera lepaskanku Andi ..lepas..!”, rontaku namun Andi tahu saya tak akan berteriak di suasana ini sebab akan mempermalukan seluruh orang.
Andi terus menyerangku tubuhku dengan bebas dengan kedua tanganku yang masih memegang gelas. Ia meraba tetekku dari luar dan terus mencium leherku, sambil meronta-ronta saya merasa gairahku meningkat, apalagi Andi tiba-tiba mulai menyentuh belahan bawah gaunku sampai ke selangkanganku.
“Andi ..hentikan Andi … saya mohon..v..tolong jangan lakukan itu..”, rintihku. Namun Andi tidak menghirauku dan terus menyerangku hingga jari tengah tangannya sampai di memekku yang terbukti sudah berair sebab serangan Andi .
Ia menyadari saya cuma mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, ia lalu menariknya dengan sekali sentakan dan terlepaslah G-stringku. Saya takut apalagi merasakan benda keras di pahaku.
Dikala Andi semakin liar dan saya pun tak bisa berbuat apa-apa, tiba-tiba Wanto memanggil dari pinggir tangga yang membikin pegangan himpitan Andi terlepas, lalu saya segera lari sambil memberesi baju ku menuju Wanto yang tak memperhatikan kami dan meninggalkan Andi dengan G-string hitamku.
Saya sungguh kaget dengan kejadian itu namun tanpa disadari saya menikmati gairah yang cukup tinggi menikmati tantangan mengerjakan di daerah lazim walau dalam klasifikasi diperkosa.
Rupanya pesta malam itu berlangsung sampai larut malam dan Wanto mengatakan ia sepatutnya mengerjakan meeting dengan customer dan atasannya dan ia mempertimbangkan saya untuk pulang bersama Andi .
Tanpa dapat menolak hasilnya malam itu saya ditemani Andi , diperjalanan ia cuma mengakatakan
“Maaf Herni..kau sungguh menawan malam ini.” Sepanjang jalan kami tak mengobrol apaun. Sampai hingga dirumah saya segera masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, saya menikmati hal yang aneh antara malu saya baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa saya terstimulus hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah.
Tanpa sadar terbukti Andi sudah mengunci seluruh pintu dan masuk ke dalam kamarku, saya kaget dikala mendengar suaranya’,
“Herni saya berkeinginan mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri saya ambil G-stringku dengan pesat, namun dikala itu juga Andi sudah menyergapku lagi dan segera menciumiku sambil segera menarik kaitan gaun malamku, karenanya bugilah saya diahadapannya.
Tanpa menunggu banyak waktu saya segera dijatuhkan di daerah tidur dan ia segera menindihku.
Saya meronta-ronta sambil menendang-nendang?
”Andi ..lepaskan saya Andi ..ingat kamu sahabat suamiku Andi ..jangan..ahh..saya mohon”, erangku ditengah rasa kebingungan antara nafsu dan malu, namun Andi terus menekan sampai saya berteriak dikala kontolnya menyeruak masuk ke dalam memekku, terbukti ia telah siap dengan cuma menerapkan celana pendek saja tanpa celana dalam.
“Ahhhh?Andi ..kamu..:’ Lalu mulailah ia memompaku dan lepaslah perlawananku, hasilnya saya cuma menutup mata dan menangis perlahan..clok..clok..clok..saya mendengar bunyi kontolnya yang besar keluar masuk di dalam memekku yang telah betul-betul berair sampai mempermudah kontolnya bergerak.
Agent togel
Lama sekali ia memompaku seperti film film bokep jepang dan saya cuma meringkuk mendengar desah napasnya di telingaku, tidak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Hingga kurang lebih satu jam saya hasilnya melenguh panjang
“Ahhh?..” terbukti saya orgasme terutamanya dulu, sungguh saya betul-betul malu mengalami perkosaan yang saya nikmati.
Sepuluh menit kemudian Andi mempercepat pompaannya lalu terdengar bunyi Andi di telingaku “Ahhh..hmmfff?” saya menikmati memekku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh detik kemudian Andi terkulai di atasku.
“Maaf Herni saya tidak kuasa membendung nafsuku..”bisiknya perlahan lalu berdiri dan meninggalkanku meringkuk dan menerawang. hinga tertidur Saya tidak tahu jam berapa Wanto pulang sampai pagi harinya. Esok paginya di hari sabtu seperti awam saya berenang di kolam renang belakang Wanto dan Andi berpamitan untuk berangkat ke kantor.
Sebab tidak ada seorang bahkan saya memberanikan diri untuk berenang tanpa baju. Ketika asiknya berenang tanpa disadari, Andi terbukti berdalih tak nikmat badan dan kembali pulang, sebab Wanto betul-betul mempercayainya karenanya ia izinkan Andi pulang sendiri.

Andi masuk dengan kunci milik Wanto dan memperhatikan saya sedang berenang tanpa baju. Lalu ia bergerak ke kolam renang dan melepaskan segala bajunya, dikala itulah saya sadari kedatangannya,
“Andi ..mengapa kamu ada di sini?” tanyaku,
“Hening Herni suamimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, saya memperhatikan tubuhnya yang kekar dan kontolnya yang besar mengangguk angguk dikala ia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam
“Pantes saja, semalam memekku terasa penuh sekali”‘pikirku.
Saya buru-buru berenang menjauh tetapi tak berani keluar dr dalam kolam sebab tak mengenakan baju apa saja juga. Ketika saya bersandar di pingiran sisi lain kolam, saya tak memperhatikan ada tanda2 Andi di dalam kolam.
Saya mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba saya menikmati memekku hangat sekali, terbukti Andi ada di bawah air dan sedang menjilati memekku sambil membatasi kedua kakiku tanpa dapat meronta.
Walhasil saya cuma dapat menikmati lidahnya merayapai segala sisi memekku dan menjelang liang senggamaku..saya cuma menggigit bibir membendung gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama ia mengerjai memekku , napasnya kuat sekali pikirku.
Detik selanjutnya yang saya tahu ia sudah berada di depanku dan kontolnya yang besar sudah menyeruak menggantikan lidahnya?
“Arrgghh..” erangku membendung sedap yang telah seminggu ini tak tersentuh oleh Anto. Walhasil saya membolehkan ia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang.
Kini saya cuma memeluknya saja dan membolehkan ia menjilati tetekku sambil terus memasukan kontolnya keluar masuk.
Malah dikala ia tarik saya ke luar kolam saya cuma menurutinya saja, edan saya mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, namun terbukti gairahku sudah menutupi kenyataan bahwa saya sedang diperkosa oleh sahabat suamiku.
Dan di pinggir kolam ia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kamu betul-betul menawan dan seksi Herni..ahh” bisiknya ditelingaku.
Saya cuma memejamkan mata berpura-pura tak menikmatinya, meskipun seandainya saya jujur saya betul-betul berkeinginan memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Cuma bunyi eranggannya dan bunyi kontolnya maju mundur di dalam memekku , clok..clok..clep..ia tahu bahwa saya telah berada dalam kekuasaannya.
Sebagian dikala kemudian kembali saya yang mengalami orgasme dimulai eranganku
“Ahhh..” saya menggigit keras bibirku sambil membatasi keras pinggiran kolam,
“Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari saya mengalami orgasme. Sejenak kemudian Andi lah yang berteriak panjang,
“Kamu hebat Herni..saya cinta kamu..AAHHH..HHH” dan saya menikmati semburan kuat di dalam memekku .
Edan hebat sekali ia dapat membuatku menikmatinya pikirku. Sesudah ia mencabut kontolnya yang masih terasa besar dan keras, saya reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Saya tidak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau sebab ia mencabut kontolnya dari memekku yang masih lapar.
Sesudah Wanto pulang herannya saya tak menyebutkan kejadian malam lalu dan pagi tadi, saya berkeinginan Wanto bisa memberikan kepuasan padaku.
Dengan cuma menggenakan kimono dengan tali depan saya dekati Wanto yang masih asik di depan komputernya bermain taruhan online di Purnama4d di dalam kamar, lalu saya buka tali kimonoku dan kugesekan tetekku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berkeinginan dia berbalik dan menyerangku.
Ternyta yang kudapatkan merupakan hardikannya “Herni..apakah kau tidak dapat memperhatikan saya sedang sibuk?
Jangan kamu ganggu dahulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras.
Saya yakin Andi juga mendengar teriakannya. Saya kaget dan menangis, lalu saya keluar kamar dengan membanting pintu, lalu saya pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan membendung nafsu.
Dari kolam saya dapat memperhatikan bayang-bayang di Wanto di depan komputer dan lampu di kamar Andi . Nampak samar-samar Andi keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Sebab di luar gelap tidak mungkin ia melihatku.
Tanpa sadar saya mendekat ke jendelanya dan melihat Andi mengeringkan tubuh. Edan kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku merupakan kontolnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku.
Saya malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali kontol itu masuk ke dalam memekku yang memang masih haus.
Judi togel
Pelan saya membelai-belai memekku sampai terasa berair, hasilnya saya mempertimbangkan untuk memintanya pada Andi , dengan hati yang berdegub pesat dan nafsu yang telah menutupi kesadaran, saya nekat masuk ke dalam kamar Andi dan segera mengunci pintu dari dalam.
Andi betul-betul kaget “Herni..apa yang kau lakukan?”, saya cuma merekatkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat supaya tak bersuara sebab Wanto ada di kamar seberang.
Seketika saya membuka baju tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benang pun di hadapannya, Andi cuma terperangah dan menatap terpukau pada tubuhku. Andi tersenyum sambil menunjukkan kontolnya yang kian membesar dan kelihatan berotot.
Dengan seketika saya segera berlutut di hadapannya dan mengulum kontolnya, Andi yang masih kaget dengan kejadian ini cuma mendesah pelan menikmati kontolnya saya kulum dan hisap dengan nafsuku yang telah memuncak.
Sambil mulutku konsisten di dalam kontolnya saya pelan naik ke atas daerah tidur dan menempatkan memekku di mulut Andi yang telah meringkuk, ia paham maksudku dan segera saja lidahnya melahap memekku yang telah betul-betul berair, cukup lama kami dalam posisi itu, teringat akan Wanto yang dapat saja tiba-tiba datang saya segera mengambil inisiatif untuk mengubah posisi dan pelan duduk di atas kontolnya yang telah mengacung tegang dan besar panjang.
Pelan saya arahkan dan usulan ke dalam lubang memekku , rasanya berbeda dengan dikala saya diperkosanya, pelan namun pasti saya merasaskan suatu sensasi yang benar-benar besar hingga hasilnya keseluruhan batang kontol Andi masuk ke dalam memekku
“Andi ..mengapa kamu ada di sini?” tanyaku,
“Hening Herni suamimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, saya memperhatikan tubuhnya yang kekar dan kontolnya yang besar mengangguk angguk dikala ia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam
“Pantes saja, semalam memekku terasa penuh sekali”‘pikirku.
Saya buru-buru berenang menjauh tetapi tak berani keluar dr dalam kolam sebab tak mengenakan baju apa saja juga. Ketika saya bersandar di pingiran sisi lain kolam, saya tak memperhatikan ada tanda2 Andi di dalam kolam.
Saya mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba saya menikmati memekku hangat sekali, terbukti Andi ada di bawah air dan sedang menjilati memekku sambil membatasi kedua kakiku tanpa dapat meronta.
Walhasil saya cuma dapat menikmati lidahnya merayapai segala sisi memekku dan menjelang liang senggamaku..saya cuma menggigit bibir membendung gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama ia mengerjai memekku , napasnya kuat sekali pikirku.
Detik selanjutnya yang saya tahu ia sudah berada di depanku dan kontolnya yang besar sudah menyeruak menggantikan lidahnya?
“Arrgghh..” erangku membendung sedap yang telah seminggu ini tak tersentuh oleh Anto. Walhasil saya membolehkan ia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang.
Kini saya cuma memeluknya saja dan membolehkan ia menjilati tetekku sambil terus memasukan kontolnya keluar masuk.
Malah dikala ia tarik saya ke luar kolam saya cuma menurutinya saja, edan saya mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, namun terbukti gairahku sudah menutupi kenyataan bahwa saya sedang diperkosa oleh sahabat suamiku.
Dan di pinggir kolam ia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kamu betul-betul menawan dan seksi Herni..ahh” bisiknya ditelingaku.
Saya cuma memejamkan mata berpura-pura tak menikmatinya, meskipun seandainya saya jujur saya betul-betul berkeinginan memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Cuma bunyi eranggannya dan bunyi kontolnya maju mundur di dalam memekku , clok..clok..clep..ia tahu bahwa saya telah berada dalam kekuasaannya.
Sebagian dikala kemudian kembali saya yang mengalami orgasme dimulai eranganku
“Ahhh..” saya menggigit keras bibirku sambil membatasi keras pinggiran kolam,
“Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari saya mengalami orgasme. Sejenak kemudian Andi lah yang berteriak panjang,
“Kamu hebat Herni..saya cinta kamu..AAHHH..HHH” dan saya menikmati semburan kuat di dalam memekku .
Edan hebat sekali ia dapat membuatku menikmatinya pikirku. Sesudah ia mencabut kontolnya yang masih terasa besar dan keras, saya reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Saya tidak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau sebab ia mencabut kontolnya dari memekku yang masih lapar.
Sesudah Wanto pulang herannya saya tak menyebutkan kejadian malam lalu dan pagi tadi, saya berkeinginan Wanto bisa memberikan kepuasan padaku.
Dengan cuma menggenakan kimono dengan tali depan saya dekati Wanto yang masih asik di depan komputernya bermain taruhan online di Purnama4d di dalam kamar, lalu saya buka tali kimonoku dan kugesekan tetekku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berkeinginan dia berbalik dan menyerangku.
Ternyta yang kudapatkan merupakan hardikannya “Herni..apakah kau tidak dapat memperhatikan saya sedang sibuk?
Jangan kamu ganggu dahulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras.
Saya yakin Andi juga mendengar teriakannya. Saya kaget dan menangis, lalu saya keluar kamar dengan membanting pintu, lalu saya pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan membendung nafsu.
Dari kolam saya dapat memperhatikan bayang-bayang di Wanto di depan komputer dan lampu di kamar Andi . Nampak samar-samar Andi keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Sebab di luar gelap tidak mungkin ia melihatku.
Tanpa sadar saya mendekat ke jendelanya dan melihat Andi mengeringkan tubuh. Edan kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku merupakan kontolnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku.
Saya malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali kontol itu masuk ke dalam memekku yang memang masih haus.
Judi togel
Pelan saya membelai-belai memekku sampai terasa berair, hasilnya saya mempertimbangkan untuk memintanya pada Andi , dengan hati yang berdegub pesat dan nafsu yang telah menutupi kesadaran, saya nekat masuk ke dalam kamar Andi dan segera mengunci pintu dari dalam.
Andi betul-betul kaget “Herni..apa yang kau lakukan?”, saya cuma merekatkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat supaya tak bersuara sebab Wanto ada di kamar seberang.
Seketika saya membuka baju tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benang pun di hadapannya, Andi cuma terperangah dan menatap terpukau pada tubuhku. Andi tersenyum sambil menunjukkan kontolnya yang kian membesar dan kelihatan berotot.
Dengan seketika saya segera berlutut di hadapannya dan mengulum kontolnya, Andi yang masih kaget dengan kejadian ini cuma mendesah pelan menikmati kontolnya saya kulum dan hisap dengan nafsuku yang telah memuncak.
Sambil mulutku konsisten di dalam kontolnya saya pelan naik ke atas daerah tidur dan menempatkan memekku di mulut Andi yang telah meringkuk, ia paham maksudku dan segera saja lidahnya melahap memekku yang telah betul-betul berair, cukup lama kami dalam posisi itu, teringat akan Wanto yang dapat saja tiba-tiba datang saya segera mengambil inisiatif untuk mengubah posisi dan pelan duduk di atas kontolnya yang telah mengacung tegang dan besar panjang.
Pelan saya arahkan dan usulan ke dalam lubang memekku , rasanya berbeda dengan dikala saya diperkosanya, pelan namun pasti saya merasaskan suatu sensasi yang benar-benar besar hingga hasilnya keseluruhan batang kontol Andi masuk ke dalam memekku

“Ahh..sssfff..Braaam!” erangku pelan membendung bunyi gairahku supaya tak terdengar, saya menikmati segala kontolnya memenuhi memekku dan meraba rahimku.
Sungguh suatu sensasi yang tidak terbayangkan, dan sensasi itu kian bertambah dikala saya mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Andi dengan puasnya terus memainkan kedua tetekku memuntir-muntir putingku sampai berwarna kemerahan dan keras
“ahh..ahh..” demikian erangan kami pelan mengiringi bunyi kontolnya yan keluar masuk memekku clok..clok..clok? Tidak bendung dengan nafsunya mendadak Andi duduk dan mengulum tetekku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi.
Saya sungguh tidak bisa membendung gairah yang selama ini terpendam. Mungkin sebab nafsu yang telah betul-betul terbendung atau takut Wanto mendengar tidak kuasa saya melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Andi dan menggigit pundaknya supaya tak bersuara.
Kudekap erta Andi seakan tidak bisa dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Andi menikmati kontolnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa saya mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya betul-betul erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya.
Selesai saya orgasme sekiat 30 detik, Andi membalikan saya dengan kontolnya masih tertancap di dalam memekku . Andi mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku pelan, entah kenapa saya kembali bernafsu dan membalas kecupannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Andi menikmati kontolnya kembali bisa keluar masuk dengan gampang sebab memekku telah kembali berair dan siap mendapatkan serangan selanjutnya.
Dan Andi segera memompa kontolnya dengan motivasi dan pesat membikin tubuhku bergoyang dan tetekku bergerak naik turun dan sungguh bunyi yang muncul antara erangan kami berdua yang terbendung derit daerah tidur dan bunyi kontolnya keluar masuk di memekku kembali membakar gairahku dan saya bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Andi .
Dan benar saja 10 menit kemudian saya hingga pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras bokongnya sampai kontolnya meraba rahimku. Kupeluk Andi dengan erat yang membolehkan saya merasakan deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali berbarengan keluarnya cairanku.
Kugigit bibirku supaya tak mengeluarkan bunyi, cukup lama saya dalam kondisi ini dan anehnya sesudah selesai saya berada dalam puncak terbukti saya telah kembali mengimbangi gerakan Andi dengan menaik turunkan pantatku.
Ketika itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik selanjutnya pintu kamar Andi diketuk Wanto , “Andi ..kamu telah tidur?”, demikian ketuk Wanto .
Seketika saja Andi melepaskan pelukannya dan menyuruhku mengumpet di kamar mandi. Sempat menyambar baju tidurku yang tergolek di lantai saya segera lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar.
Sungguh hatiku berdegub dengan kerasnya membayangkan apa jadinya kalau saya ketahuan suamiku. Andi dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Wanto masuk, Wanto sempat kaget memperhatikan Andi telanjang,
”Sedang apa kau Andi ” tanpa curiga dengan daerah tidur yang semrawut yang seandainya diamati dari dekat ada cairan kenikmatanku.
Andi cuma tersenyum dan mengatakan,”Ingin tau aja..”
Dasar Wanto ia segera mendiskusikan suatu hal profesi dan mereka terlibat diskusi itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka mengobrol dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdegub-debar namun anehnya dengan kondisi ini nafsuku sungguh kian menjadi-jadi.
Sesudah Wanto keluar, Andi kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi pelan,”Herni buka pintunya..telah aman”.
Itu saya buka pintunya Andi segera menarik saya dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, segera saja dibukanya kedua kakiku dan bless kontolnya kembali memenuhi memekku .
“Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar pelan sambil terus menggoyangkan bokongnya maju mundur Andi melahap tetekku dan putingku.
Sepuluh menit berlalu dan goyang Andi kian pesat sehingga saya tahu ia akan menempuh puncaknya, dan akupun menikmati hal yang sama.
“Andi lebih pesat sayang saya telah hampir keluar..” desahku
“Bendung sayang kita berbarengan keluarnya”, dan benar saja dikala kurasakan maninya menyembur deras dalam memekku saya mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan merasakan puncak gairah itu berbarengan.
“Andii..,” desahku terbendung.
“Ahhh Herni..kamu hebat..” demikian katanya.
Walhasil kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang betul-betul melelahkan. Ketika kulirik jam terbukti telah dua jam kami bergumul.
Togel online
“Terima kasih Andi ..kamu hebat..” kataku dengan ciuman mesra dan segera menerapkan baju tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Wanto tak curiga sama sekali dan konsisten berkutat dengan komputernya dan tak menghiraukanku yang segera terbaring tanpa melepas pakaianku seperti umumnya sebab saya tahu ada bekas kecupan Andi di sekujur tetekku .
Malam itu saya merasa betul-betul bersalah pada Wanto namun di lain sisi saya merasa betul-betul puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti awam di hari Pekan saya dan Wanto berenang di pagi hari tapi mengingat adanya Andi .
Kami yang umumnya berenang bertelanjang hasilnya mempertimbangkan menerapkan baju renang, saya syukuri sebab hal ini bisa menutupi tetekku yang masih memar sebab gigitan Andi . Ketika kami berenang saya menyadari bahwa Andi sedang menatap kami dari kamarnya.
Dan dikala Wanto sedang asyik berenang kulihat Andi memanggilku dengan tangannya dan yang membikin saya kaget ia menunjukan kontolnya yang telah mengacung besar dan tegang. Aku di hipnotis saya nekat berjalan ke dalam.
”To saya berkeinginan ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Wanto , ia cuma mengiyakan sambil terus berenang, Wanto memang betul-betul hobi berenang dapat 2 jam nonstop tanpa stop.
Saya dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Andi . Di sana Andi telah menunggu dan tidak tabah ia melucuti pakain renangku yang memang cuma memakai tali sebagai pengikatnya.
“Edan kau Andi ..dapat ketahuan Wanto lho,” protesku tanpa konfrontasi sebab saya sendiri betul-betul bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar ia menciumi punggungku sambil meremas tetekku
“Sinting kau menikmatinya khan?!,” goda Andi sambil mengecup leher belakangku.
Dan saya cuma mendesah membendung sedap dan tantangan ini. Yang lebih edan Andi menarikku ke jendela dan masih dari belakang ia meremas-remas tetekku dan meciumi punggung sampai pantatku,
“Edan kamu Andi , Wanto dapat memperhatikan kita,” namun anehnya saya tak berontak sama sekali dan melihat Wanto yang benar-benar betul-betul menikamti renangnya.
Di kamar Andi bahkan saya betul-betul merasakan sentuhan Andi .
“Herni kau menyukai ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan kontolnya ke dalam memekku dari belakang.
“AHH..Andi ..” teriakku terkejut dan sedap, kini saya berani bersuara lebih pesat sebab tahu Wanto tak akan mendengarnya.
Seketika saja Andi memaju mundurkan kontolnya di memekku .
”Ahh.. Andi lebih pesat..fuck me Andi ..puaskan saya Andi ..kontolmu sungguh luar biasaaa..Andi aku sayang kamu..” teriakku tidak keruan dengan masih melihat Wanto .
Andi mengimbangi dengan gerakan yang liar sampai memekku terasa lebih dalam lagi tersentuh kontolnya dengan posisi ini,
”Herni a..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, seandainya saja Wanto memperhatikan sebentar ke kamar Andi karenanya ia akan betul-betul kaget meilhat panorama ini, istrinya sedang bercumbu dengan rekan kerjanya.
Rupanya kami memang dapat saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami telah menempuh puncak secara berbarengan
“Teruuus Andi lebih khheeenncang..ahhhh saya keluar Andiiii”, teriaku.
“Aaakuu juga Hernii..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya berbarengan dengan puncak kenikmatan yang datang berbarengan.
Sesudah itu aku segera mengecup bibirnya dan kembali mengenakan baju renangku dan kembali berenang bersama Wanto yang tak menyadari kejadian itu.
Sesudah itu hari-hari selanjutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercumbu bersama Andi .
Pernah suatu dikala hasilnya Wanto berkeinginan bercumbu denganku di suatu malam sampai hasilnya ia tertidur kelelahan, saya hendak mengambil susu di dapur dan sebab telah larut malam saya nekat tak mengenakan baju apa saja.
Ketika saya membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayang-bayang di belakangku sebelum saya menyadari Andi telah di belakangku dan segera menubruku dari belakang.
kontolnya segera menikam memekku yang membuatku cuma tersedak dan membendung sedap tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu ia mengambil tempat duduk dan duduk di atasnya sambil memangku saya.
“Andi kau badung” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercumbu sampai hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Andi kudapatkan gairah terpendamku selama ini.
Walhasil dikala proyek kantor Wanto selesai Andi sepatutnya pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi saya dan Andi melowongkan bercumbu kembali.
“Terima kasih Andi ..kamu hebat..” kataku dengan ciuman mesra dan segera menerapkan baju tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Wanto tak curiga sama sekali dan konsisten berkutat dengan komputernya dan tak menghiraukanku yang segera terbaring tanpa melepas pakaianku seperti umumnya sebab saya tahu ada bekas kecupan Andi di sekujur tetekku .
Malam itu saya merasa betul-betul bersalah pada Wanto namun di lain sisi saya merasa betul-betul puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti awam di hari Pekan saya dan Wanto berenang di pagi hari tapi mengingat adanya Andi .
Kami yang umumnya berenang bertelanjang hasilnya mempertimbangkan menerapkan baju renang, saya syukuri sebab hal ini bisa menutupi tetekku yang masih memar sebab gigitan Andi . Ketika kami berenang saya menyadari bahwa Andi sedang menatap kami dari kamarnya.
Dan dikala Wanto sedang asyik berenang kulihat Andi memanggilku dengan tangannya dan yang membikin saya kaget ia menunjukan kontolnya yang telah mengacung besar dan tegang. Aku di hipnotis saya nekat berjalan ke dalam.
”To saya berkeinginan ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Wanto , ia cuma mengiyakan sambil terus berenang, Wanto memang betul-betul hobi berenang dapat 2 jam nonstop tanpa stop.
Saya dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Andi . Di sana Andi telah menunggu dan tidak tabah ia melucuti pakain renangku yang memang cuma memakai tali sebagai pengikatnya.
“Edan kau Andi ..dapat ketahuan Wanto lho,” protesku tanpa konfrontasi sebab saya sendiri betul-betul bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar ia menciumi punggungku sambil meremas tetekku
“Sinting kau menikmatinya khan?!,” goda Andi sambil mengecup leher belakangku.
Dan saya cuma mendesah membendung sedap dan tantangan ini. Yang lebih edan Andi menarikku ke jendela dan masih dari belakang ia meremas-remas tetekku dan meciumi punggung sampai pantatku,
“Edan kamu Andi , Wanto dapat memperhatikan kita,” namun anehnya saya tak berontak sama sekali dan melihat Wanto yang benar-benar betul-betul menikamti renangnya.
Di kamar Andi bahkan saya betul-betul merasakan sentuhan Andi .
“Herni kau menyukai ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan kontolnya ke dalam memekku dari belakang.
“AHH..Andi ..” teriakku terkejut dan sedap, kini saya berani bersuara lebih pesat sebab tahu Wanto tak akan mendengarnya.
Seketika saja Andi memaju mundurkan kontolnya di memekku .
”Ahh.. Andi lebih pesat..fuck me Andi ..puaskan saya Andi ..kontolmu sungguh luar biasaaa..Andi aku sayang kamu..” teriakku tidak keruan dengan masih melihat Wanto .
Andi mengimbangi dengan gerakan yang liar sampai memekku terasa lebih dalam lagi tersentuh kontolnya dengan posisi ini,
”Herni a..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, seandainya saja Wanto memperhatikan sebentar ke kamar Andi karenanya ia akan betul-betul kaget meilhat panorama ini, istrinya sedang bercumbu dengan rekan kerjanya.
Rupanya kami memang dapat saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami telah menempuh puncak secara berbarengan
“Teruuus Andi lebih khheeenncang..ahhhh saya keluar Andiiii”, teriaku.
“Aaakuu juga Hernii..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya berbarengan dengan puncak kenikmatan yang datang berbarengan.
Sesudah itu aku segera mengecup bibirnya dan kembali mengenakan baju renangku dan kembali berenang bersama Wanto yang tak menyadari kejadian itu.
Sesudah itu hari-hari selanjutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercumbu bersama Andi .
Pernah suatu dikala hasilnya Wanto berkeinginan bercumbu denganku di suatu malam sampai hasilnya ia tertidur kelelahan, saya hendak mengambil susu di dapur dan sebab telah larut malam saya nekat tak mengenakan baju apa saja.
Ketika saya membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayang-bayang di belakangku sebelum saya menyadari Andi telah di belakangku dan segera menubruku dari belakang.
kontolnya segera menikam memekku yang membuatku cuma tersedak dan membendung sedap tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu ia mengambil tempat duduk dan duduk di atasnya sambil memangku saya.
“Andi kau badung” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercumbu sampai hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Andi kudapatkan gairah terpendamku selama ini.
Walhasil dikala proyek kantor Wanto selesai Andi sepatutnya pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi saya dan Andi melowongkan bercumbu kembali.


Mantaaaaaaaap
BalasHapusmakasih kak
Hapus